KeterbatasanTeknik Pengumpulan Data Kualitatif FGD. Penting untuk disadari bahwa ada dua batasan utama dalam FGD: Karena data FGD bersifat kualitatif, data tersebut tidak dapat digeneralisasikan untuk populasi. Ini karena data kualitatif seringkali bersifat spesifik konteks. Moderator harus memastikan bahwa mereka tidak menunjukkan bias apa pun. Tidakharus dalam lingkup ratusan orang. Dan bahkan tidak harus dalam konteks pekerjaan. Jika Anda pernah mensupervisi aktivitas sosial di RW atau kelurahan, maka itu pun sudah cukup. Fokus pada hubungan supervsior dan bawahan hanya akan menghasilkan monolog alih-alih dialog. Dan bekerja dengan saya artinya bakal menang dengan upaya 110 wwwtopik9.com. wawancara kerja_fughdfg. Saat perekrut dalam wawancara kerja bertanya, "Mengapa kami harus merekrut Anda?" Artinya sama dengan "Apa yang membuat Anda cocok pada posisi ini?". Nah, jawaban yang paling tepat untuk menjawab pertanyaan ini adalah menawarkan diri Anda dengan percaya diri. Vay Tiền TráșŁ GĂłp Theo ThĂĄng Chỉ Cáș§n Cmnd Hỗ Trợ Nợ Xáș„u. 9 Ciri-ciri Pertanyaan yang Baik untuk Wawancara Beserta Contohnya – Wawancara merupakan satu kegiatan untuk mendapatkan informasi penting dari narasumber dengan cara tanya-jawab. Wawancara layaknya seperti ngobrol dengan teman namun ada satu tema yang harus menjadi fokus agar tidak melebar kemana-mana. Wawancara yang baik diawali dengan pertanyaan yang baik pula. Seperti apa ciri-ciri pertanyaan yang baik untuk wawancara beserta contohnya? Simak di artikel ini! Ciri-ciri Pertanyaan yang Baik untuk Wawancara Lengkap dengan Masing-masing ContohnyaDaftar IsiCiri-ciri Pertanyaan yang Baik untuk Wawancara Lengkap dengan Masing-masing Contohnya1. Bertanya sesuai topik2. Menggunakan bahasa yang baik dan benar3. Tidak menyindir 4. Pertanyaan langsung pada intinya5. Diawali dengan kata tanya 5W 1H6. Pertanyaan bersifat terbuka7. Setiap pertanyaan memiliki keterkaitan 8. Tempo yang tepat9. Volume suara yang pasKesimpulan Ciri-ciri Pertanyaan yang Baik untuk Wawancara Daftar Isi Ciri-ciri Pertanyaan yang Baik untuk Wawancara Lengkap dengan Masing-masing Contohnya 1. Bertanya sesuai topik 2. Menggunakan bahasa yang baik dan benar 3. Tidak menyindir 4. Pertanyaan langsung pada intinya 5. Diawali dengan kata tanya 5W 1H 6. Pertanyaan bersifat terbuka 7. Setiap pertanyaan memiliki keterkaitan 8. Tempo yang tepat 9. Volume suara yang pas Kesimpulan Ciri-ciri Pertanyaan yang Baik untuk Wawancara Canva Pertanyaan yang baik untuk kegiatan wawancara sebaiknya sudah disiapkan sebelum wawancara berlangsung. Pertanyaan yang baik setidaknya memenuhi sebagian besar dari ciri-ciri pertanyaan yang baik berikut ini 1. Bertanya sesuai topik Canva Ciri pertama dari pertanyaan wawancara yang baik adalah pertanyaan tidak menyimpang dari topik yang sedang dibicarakan. Hal ini tentu sangat logis dan gampang dipahami. Bayangkan apa yang akan kamu rasakan bila kamu ada dalam sebuah wawancara kerja namun interviewer bertanya tentang sudah punya pacar atau belum. Pertanyaan tersebut sudah di luar dari topik wawancara kerja. Contoh pertanyaan yang sesuai topik untuk wawancara kerja adalah sebagai berikut Fasilitas apa yang Anda harapkan bila nanti bergabung? Kapan tanggal terdekat Anda bisa mulai bekerja? Apa alasan Anda ingin bergabung bersama perusahaan kami? Apa alasan kami harus merekrut Anda? 2. Menggunakan bahasa yang baik dan benar Canva Penggunaan bahasa yang baik dan benar akan menghindarkan interviewer dan interviewee dari kesalahpahaman. Kedua belah pihak tentunya memiliki background dan culture yang berbeda. Bila salah satu diantaranya membiarkan background dan culture-nya dalam wawancara, dikhawatirkan akan mengakibatkan kebingungan. Contoh pertanyaan yang baik untuk wawancara dengan bahasa yang baik dan benar Mengapa Anda memutuskan hal tersebut? Apa faktor yang membuat Anda akhirnya memilih jurusan tersebut? 3. Tidak menyindir Canva Ciri-ciri pertanyaan yang baik untuk wawancara selanjutnya adalah tidak menyindir. Dalam wawancara sebaiknya masing-masing pihak menjaga rasa nyaman dan atmosfer positif. Sebaiknya pewawancara tidak menyindir sesuatu yang tidak ingin dibahas atau membuat pihak yang diwawancara merasa tidak nyaman. Contoh pertanyaan yang baik untuk wawancara yang tidak menyindir adalah ketika narasumber melakukan sebuah kesalahan di masa lalu yang membuatnya malu, maka sebaiknya pertanyaan wawancara tidak menyinggung hal tersebut. 4. Pertanyaan langsung pada intinya Canva Ciri-ciri pertanyaan yang baik untuk wawancara selanjutnya adalah langsung pada intinya. Artinya pertanyaan tidak bertele-tele namun langsung menyatakan inti dari hal yang menjadi perhatian. Hal ini akan membuat wawancara berjalan dengan lancar karena pertanyaan mudah dipahami. Contoh pertanyaan yang langsung pada intinya Sudah berapa tahun Anda menggeluti bidang ini? Apa kesulitan yang Anda hadapi selama merintis usaha ini? Berapa piala yang Anda koleksi dari 10 tahun menggeluti hobby ini? 5. Diawali dengan kata tanya 5W 1H Canva Dalam ilmu bahasa, pertanyaan yang bagus selalu diawali dengan kata-kata yang tergabung dalam 5W 1H yaitu What, When, Why, Where, Who, dan How. Dalam bahasa Indonesia yaitu Apa, Kapan, Kenapa, Dimana, Siapa, dan Bagaimana. Penggunaan kata ini di awal kalimat tanya akan membuat narasumber tahu bagaimana Ia harus menjawab dan jawaban seperti apa yang diinginkan. Berikut contoh pertanyaan yang ada kata tanya 5W 1H-nya Apa yang membuat Anda begitu percaya diri? Kapan Anda terakhir menulis? Mengapa Anda memilih karir ini? Dimana Anda lahir? Siapa yang paling berjasa dalam hidup Anda? Bagaimana Anda bisa berada di titik hidup sekarang ini? Apa rahasia Anda bisa terus konsisten dalam bidang ini? Kapan pertama Anda merasa percaya diri bahwa inilah karir yang cocok untuk Anda? Mengapa Anda memutuskan untuk fokus pada bidang ini padahal jurusan kuliah Anda bukan jurusan ini? Dimana Anda pertama kali mempelajari tentang ilmu ini? Siapa orang pertama yang mengajari Anda untuk memasak menu Italia? Bagaimana cara Anda menjaga rasa yang tetap sama pada masakan meski sudah bertahun-tahun? 6. Pertanyaan bersifat terbuka Canva Ciri pertanyaan yang baik untuk wawancara yang satu ini masih berkaitan dengan ciri sebelumnya. Pertanyaan bersifat terbuka berarti pertanyaan yang memancing jawaban lebar, bukan jawaban yang sekedar ya atau tidak. Pertanyaan terbuka membuat topik wawancara bisa jadi lebih luas sehingga tidak membosankan. Untuk contohnya, bisa lihat dari contoh-contoh di poin sebelumnya. 7. Setiap pertanyaan memiliki keterkaitan Canva Ciri-ciri pertanyaan yang baik untuk wawancara selanjutnya adalah setiap pertanyaan yang diajukan memiliki keterkaitan atau berkesinambungan. Pertanyaan satu dan selanjutnya yang saling terkait akan memberi kesan bahwa wawancara terasa alami seperti sedang ngobrol dengan teman dekat saja. Pertanyaan awal bisa menanyakan hal yang bersifat luas lalu lebih detail ditanyakan di pertanyaan selanjutnya. Contoh pertanyaan yang memiliki keterkaitan Bagaimana pandangan Anda tentang kasus ini? Jelaskan! Apakah Anda yakin bahwa kasus ini akan berakhir dengan baik? Mengapa Dalam sehari, bisa berapa kasus yang masuk dalam laporan? Bisa sebutkan angkanya? Bila memang demikian, bila disebutkan faktor yang membuat Anda jadi ketagihan? 8. Tempo yang tepat Canva Tidak hanya dari struktur pertanyaan yang memiliki kata tanya atau merupakan pertanyaan terbuka, cara sebuah pertanyaan disampaikan juga mempengaruhi baik tidaknya pertanyaan tersebut. Pertanyaan sebaiknya diutarakan dalam tempo yang tidak tergesa-gesa agar artikulasinya jelas dan tidak pula terlalu lambat untuk menghemat waktu. 9. Volume suara yang pas Canva Boleh jadi sebuah pertanyaan memang sudah bagus, tapi volume saat mengatakannya terlalu kencang. Hal ini akan membuat pertanyaan menjadi multitafsir atau bahkan membuat narasumber jadi tersinggung. Maka dari itu pertanyaan yang baik untuk wawancara akan jadi sempurna bila dilafalkan dengan volume yang pas, tidak kencang dan tidak pelan. Kesimpulan Ciri-ciri Pertanyaan yang Baik untuk Wawancara Pertanyaan wawancara sebaiknya sudah disiapkan oleh interviewer sebelum wawancara berlangsung. Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan riset tentang topik dan narasumbernya. Mulailah wawancara dengan pertanyaan yang ringan terlebih dahulu untuk membuat narasumber merasa nyaman dan tidak kaku. Untuk selanjutnya barulah bertanya pertanyaan yang membutuhkan pandangan luas dari narasumber. Ciri-ciri pertanyaan yang baik adalah baik secara struktural dan kebahasaan. Namun, selain itu cara pertanyaan disampaikan seperti volume dan intonasi juga memiliki pengaruh besar yang bisa merubah atmosfer wawancara. Bertanyalah dalam volume yang pas, intonasi yang sopan, dan tempo yang tepat agar wawancara bisa berjalan secara natural. Semoga artikel ini bisa membantu pertanyaan ciri-ciri pertanyaan yang baik untuk wawancara! Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu Kost Dekat UGM Jogja Kost Dekat UNPAD Jatinangor Kost Dekat UNDIP Semarang Kost Dekat UI Depok Kost Dekat UB Malang Kost Dekat Unnes Semarang Kost Dekat UMY Jogja Kost Dekat UNY Jogja Kost Dekat UNS Solo Kost Dekat ITB Bandung Kost Dekat UMS Solo Kost Dekat ITS Surabaya Kost Dekat Unesa Surabaya Kost Dekat UNAIR Surabaya Kost Dekat UIN Jakarta Apakah kamu akan menghadapi interview kerja dalam waktu dekat? Jika iya, selamat! Itu artinya, kamu sudah selangkah lebih dekat dengan karir impianmu. Tapi.. Apa aja ya pertanyaan interview kerja yang kerap kali muncul? Dengan mengetahui berbagai pertanyaan interview kerja serta jawabannya, interview yang kamu jalani kemungkinan akan berjalan lebih lancar. Itulah mengapa di artikel ini, kita akan mengulas berbagai pertanyaan interview kerja yang seringkali muncul serta cara menjawabnya. Tidak hanya itu, kamu juga akan menemukan beberapa tips interview kerja. Sehingga, kamu tak akan grogi lagi saat berhadapan langsung dengan HRD. Tanpa perlu berlama-lama lagi, yuk kita mulai! 25+ Pertanyaan yang Sering Ditanyakan saat Interview Kerja dan Cara Menjawabnya Bagian ini bukan bermaksud untuk membaca pikiran HRD. Tapi, memahami apa yang mereka tanyakan. Sehingga kamu bisa memberikan jawaban terbaik. Walau belum tentu seluruh pertanyaan saat interview ini muncul, tapi ada baiknya kamu mempersiapkan diri. Jadi yuk kita bahas aja pertanyaan saat interview dan jawabannya. 1. “Bisa Tolong Ceritakan tentang Diri Anda?” Pertanyaan ini klise tapi menjebak. Karena, orang-orang biasanya malah menceritakan sejarah hidup yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan. Jadi, ketika diminta menceritakan diri Anda, ada baiknya kamu jadikan sebagai kesempatan untuk mempromosikan dirimu di awal. Contohnya dengan menyebutkan posisimu di pekerjaan sebelumnya, keahlian yang kamu punya, dan juga pengalaman yang relevan dengan posisi yang kamu incar. Contoh jawaban “Selamat siang. Perkenalkan nama saya Cahyo, lulusan Ilmu Statistika Universtas Unggulan angkatan 2020. Selama berkuliah, saya sempat menjalankan magang di perusahaan fashion dan terlibat di beberapa proyek freelance untuk membantu UMKM.” 2. “Kenapa Anda Ingin Bekerja di Sini?” Kalau ditanya “Mengapa ingin bekerja di perusahaan kami?” Jangan cuma jawab “Ingin memberikan kontribusi terbaik untuk perusahaan ini”. Karena itu akan membuatmu terlihat sama seperti kandidat lainnya. Sebaiknya kamu memberikan jawaban yang lebih spesifik. Jika kamu ingin memberikan kontribusi terbaik, kontribusi apa yang bisa kamu berikan kepada perusahaan? Selain itu, kamu juga bisa memberikan jawaban yang ada hubungannya dengan company value dan personal development. Contohnya dengan menjelaskan bahwa dengan bekerja di perusahaan tersebut, kamu bisa belajar untuk menjadi seseorang yang ahli di bidangnya. Contoh jawaban “Perusahaan ini telah mendapatkan penghargaan dari kementerian karena terobosannya di bidang teknologi. Kebetulan saya memiliki pengalaman berkaitan teknologi yang dimaksud dan ingin belajar dan berkontribusi lebih untuk perusahaan ini.” 3. “Kenapa Anda Menginginkan Pekerjaan Ini?” Untuk menjawab pertanyaan soal alasan melamar pekerjaan, ada beberapa pilihan jawaban yang bisa kamu coba. Tonjolkan skill ceritakan kalau kamu punya skill yang cocok dengan posisi yang kamu incar. Ini bisa menjadi alasan kuat. Sebab, perusahaan menyukai orang yang bisa langsung diajak kerja tanpa perlu training dalam waktu lama. Ceritakan pengalaman relevan ceritakan kalau kamu pernah mengerjakan tugas di posisi yang kamu lamar. Dengan begitu, perusahaan lebih teryakinkan karena kamu pastinya sudah mengerti asam-garam menjalankan tugas di posisi yang sama. Bahas passion-mu kamu juga bisa ceritakan passion atau motivasi kerja yang membuatmu tergerak melamar ke posisi yang tersedia. Biasanya, ini cocok untuk startup yang punya misi sosial. Ingat! Hindari jawaban-jawaban yang sifatnya terlalu personal, seperti “ingin mendapat penghasilan yang besar” atau “ingin bekerja di tempat yang bergengsi”. Contoh jawaban “Saya pernah mengerjakan proyek digital marketing untuk sejumlah UMKM di kabupaten. Dari nol hingga kini cukup dikenal dan mendapatkan penghasilan sekitar Rp15 juta per bulannya. Saya melihat perusahaan ini punya potensi yang cukup besar dan menjanjikan. Dengan pengalaman dan passion saya, saya yakin bisa membantu perusahaan ini untuk mencapai target.” 4. “Kenapa Kami Harus Menerima Anda?” Ini adalah salah satu pertanyaan interview kerja yang berpotensi menimbulkan rasa grogi. Tapi tenang, karena tujuan pertanyaan ini hanya untuk memahami keahlianmu secara lebih mendalam. Justru, pertanyaan ini bisa dijadikan momentum untuk menjelaskan secara detail bagaimana skill dan pengalamanmu dapat memberi kontribusi positif untuk perusahaan. Selain itu, jelaskan juga bahwa kamu dapat menjadi team player yang bagus. Sehingga, HRD tak akan melihatmu sebagai kandidat yang terlalu individualis. Contoh jawaban “Saya orang yang punya growth mindset. Saya percaya, saya cepat belajar dan bisa menjalankan tugas dengan baik. Di posisi sebelumnya, saya sempat diminta untuk meng-handle community marketing secara offline. Padahal, spesialisasi saya sebetulnya ada di ranah online. Namun, dengan trial-error, konsultasi dengan rekan kerja, dan membaca berbagai materi, saya berhasil mengeksekusi berbagai acara komunitas di perusahaan sebelumnya. Bahkan saya pun masih menjalin kontak dekat dengan beberapa tokoh penting di komunitas.” 5. “Apa Kontribusi yang Bisa Anda Berikan Kepada Perusahaan?” Pastikan kamu sudah tahu gambaran job desc yang akan menjadi tanggung jawabmu jika diterima nanti. Jadi, kamu tinggal menjelaskan bahwa skill yang kamu miliki dapat membantumu menyelesaikan setiap job desc yang diberikan. Akan lebih bagus lagi jika kamu dapat memberi nilai tambah. Jadi, kamu tidak sekadar menyelesaikan job desc saja. Tapi juga memastikan bahwa performa kerjamu akan mempengaruhi output tim-mu secara keseluruhan. Contoh jawaban “Di posisi sebelumnya, saya menyusun sistem penilaian performa untuk tim saya. Sebelumnya, tidak ada tracking dan manajemen tugas yang jelas. Sehingga, agak sulit menilai output dan performa tim baik secara individu dan tim. Dari situ, saya membuat tracker sederhana di Excel dan menentukan metrik apa saya perlu dicatat sebagai target. Setelah beberapa bulan dijalankan, kini kami bisa mendeteksi secara mudah ketika terjadi anomali pada performa. Kami pun lebih cepat dalam mencari solusinya. 6. “Apa yang Menjadi Kekuatan Anda?” Saat diberikan pertanyaan wawancara ini, kamu harus menjawabnya dengan percaya diri. Jangan sampai terlihat ragu. Jelaskan berbagai sifat dan skill yang bisa membuatmu layak menjadi kandidat potensial. Pastikan sifat dan skill yang kamu sampaikan relevan dengan kebutuhan perusahaan. Oh ya, kamu juga harus menjelaskan jawabannya secara detail. Jangan cuma menjawab “Rajin, senang belajar, tepat waktu” tanpa ada lanjutannya. Ceritakan pengalaman yang membuktikan bahwa kamu memang benar-benar rajin, senang belajar, dan tepat waktu. Contoh jawaban “Saya adalah yang detail-oriented. Saya mempertimbangkan berbagai aspek ketika mengusulkan pembuatan fitur dan produk tertentu. Termasuk berbagai use cases dan dependencies-nya. Di suatu waktu, saya pernah diminta membuat fitur pengubah harga di aplikasi penyewaan properti. Alih-alih langsung menjalankannya, saya berkonsultasi ke berbagai pihak termasuk tim data, bisnis, dan engineer untuk membuat solusi terbaik. Hasilnya, fitur tersebut bisa digunakan tanpa adanya error dan fraud.” 7. “Apa yang Menjadi Kelemahan Anda?” Ini adalah pertanyaan interview kerja yang cukup tricky. Wajar kalau kamu berpikir bahwa pertanyaan ini dapat mengurangi daya tawarmu di depan HRD. Tapi, ini adalah cara HRD untuk mengetes kejujuranmu. Apakah kamu sadar dengan kelemahan yang kamu punya? Karena kandidat yang tidak dapat mengidentifikasi kelemahannya sendiri tentu bukan kandidat yang ideal. Walau begitu, pastikan kamu tidak hanya menjelaskan kelemahanmu saja, tapi usahamu untuk memperbaiki kelemahan tersebut. Contohnya jawaban “Saya adalah orang yang mudah lupa. Apalagi saya meng-handle begitu banyak proyek dalam satu waktu. Itulah mengapa saya sering membawa buku catatan dan membuat sistem yang dinamakan second brain. Jadi, saya bisa mencatat hal-hal yang penting untuk diingat”. Baca juga 25 Contekan Jawaban Kelemahan dan Kelebihan Saat Interview Kerja 8. “Apa Pencapaian Terbesar yang Pernah Anda Raih?” Jawaban dari pertanyaan ini cukup simpel. Kamu tinggal menyampaikan berbagai penghargaan yang pernah kamu dapat di pekerjaanmu sebelumnya. Tapi, bagaimana jika kamu belum pernah mendapat penghargaan? Ceritakan pengalaman di mana kamu menghadapi masalah yang berat di pekerjaanmu sebelumnya, dan bagaimana kamu mampu mengatasi masalah tersebut. Jika kamu masih fresh graduate, kamu bisa menceritakan pencapaian yang berhasil kamu dapatkan saat masih di bangku kuliah. Contoh jawaban “Sebelum lulus kuliah, saya diundang sebagai pembicara acara seminar nasional yang diadakan oleh Kemenristekdikti. Di kesempatan itu, saya diminta untuk berbagi cerita pengalaman saya magang di Sillicon Valey. Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 1000 orang anak muda dari berbagai wilayah di Indonesia. Saya merasa itu pencapaian terbesar saya karena pengalaman saya bisa menginspirasi begitu banyak orang untuk membangun negeri.” 9. “Pernahkah Anda Mengalami Kesulitan saat Bekerja? Jika Iya, Bagaimana Anda Mengatasinya?” Tak usah ragu untuk menceritakan kesulitan yang pernah kamu alami di pekerjaan sebelumnya. Karena, itu artinya kamu mengakui kesulitan tersebut dan mau mempelajari akar masalahnya. Saat bercerita, usahakan jangan terlalu berlarut-larut dalam masalahnya. Pastikan porsi ceritanya lebih condong ke arah bagaimana kamu mengatasi masalahnya dan belajar dari masalah tersebut. Contoh jawaban “Sebagai lulusan soshum, saya sempat mengalami kesulitan ketika bergabung di perusahaan perikanan. Karena di situ ada banyak istilah teknis dan ilmiah yang perlu saya kuasai. Sebagai solusinya, saya meluangkan waktu untuk membaca begitu banyak materi tentang perikanan. Saya juga meluangkan waktu satu bulan pertama untuk menyimak rapat dan percakapan dengan rekan kerja dan mencatat istilah-istilah asing untuk saya cari tahu artinya.” 10. “Mengapa Anda Pindah dari Pekerjaan Anda Sebelumnya?” Pertanyaan ini biasanya mendorong kandidat untuk menjelek-jelekkan pekerjaan sebelumnya. Padahal, itu akan memberi kesan negatif. Karena jika mereka bisa mengeluh tentang pekerjaan sebelumnya, bisa saja mereka mengeluh tentang pekerjaannya sekarang, kan? Jadi, daripada fokus pada pekerjaanmu sebelumnya, fokus pada dirimu saja. Jelaskan bahwa posisi yang kamu incar berpeluang untuk membuat dirimu lebih berkembang ke depannya. Kamu juga ingin mendapat tantangan baru yang belum pernah kamu dapat selama ini. Dengan begitu, secara tidak langsung kamu mengatakan bahwa lingkungan kerja perusahaan tersebut sesuai dengan preferensi kerjamu. Contoh jawaban “Sebenarnya saya merasa senang dengan pekerjaan sebelumnya. Rekan kerjanya cukup suportif dan perusahaan juga mendukung work-life balance. Namun, saya merasa sudah saatnya untuk mencari tantangan baru dan memprioritaskan self-development sehingga saya mencari opportunity di luar.” 11. “Bagaimana Cara Anda Menghadapi Perbedaan Pendapat atau Konflik di Tempat Kerja?” Tujuan pertanyaan wawancara ini adalah untuk mengetes apakah kamu adalah orang yang mudah diajak bekerja sama atau tidak. Karena, ketika seseorang mengalami perbedaan pendapat di tempat kerja, dapat dilihat apakah ia bisa fokus mencari solusi yang tepat atau malah lebih mementingkan egonya. Itulah mengapa dalam menjawab pertanyaan ini, sebisa mungkin kamu tidak hanya menceritakan konflik yang pernah kamu alami, tapi juga menjelaskan apa yang kamu pelajari dari konflik tersebut. Contoh jawaban “Saya sempat mengalami konflik dengan divisi lain karena misinformasi di artikel yang saya tulis. Saya sempat ditegur karena ternyata artikel tersebut dikoreksi oleh pelanggan dan dilihat oleh banyak orang. Dari situ saya belajar untuk melakukan recheck informasi sebelum mempublikasikan artikel. Saya juga berusaha untuk mencari second opinion dari orang yang lebih ahli soal topik yang saya tulis.” 12. “Bisakah Anda Menjelaskan Mengapa Ada Gap di CV Anda?” Apakah di CV-mu ada gap di periode tertentu? Contohnya, misalkan kamu lulus tahun 2020, tapi kamu masih melamar di tahun 2022. Berarti ada gap antara tahun 2020 sampai 2022. Jika iya, kamu harus siap-siap, karena pertanyaan ini kerap muncul saat interview kerja. Sebab, HRD pasti ingin tahu apakah ada alasan tertentu yang menyebabkan adanya gap di CV-mu. Dalam hal ini, yang perlu kamu lakukan adalah jujur. Contohnya, jika saat itu kamu tidak bisa produktif karena sakit, ceritakan saja apa adanya. Transparan tanpa perlu menarik simpati. Namun, akan lebih baik lagi jika kamu mengisi gap tersebut dengan aktivitas produktif. Contohnya kamu bisa saja bilang bahwa selama belum mendapat pekerjaan, kamu membantu usaha orang tuamu di rumah, atau mempelajari skill baru. 13. “Apa yang Anda Cari di Posisi yang Anda Lamar Ini?” Pertanyaan interview yang satu ini memang terdengar simpel, tapi jawabannya dapat menentukan apakah kamu sesuai dengan posisi yang dilamar atau tidak. Tujuan dari pertanyaan ini adalah untuk mencari tahu apakah kamu benar-benar tertarik dengan posisi yang kamu lamar. Jika iya, apa yang membuatmu tertarik? Dan seberapa jauh kamu memahami posisi yang kamu lamar? Jawaban yang tepat adalah menjelaskan bahwa hal yang kamu cari dari posisi tersebut adalah peluang untuk mengaplikasikan ilmu yang kamu miliki. Contohnya, jika kamu sedang melamar di posisi graphic designer, kamu bisa bilang bahwa hobimu adalah membuat ilustrasi, dan di waktu senggang, kamu sering mencari inspirasi desain terbaru. Itulah mengapa kamu tertarik untuk mempraktikkan skillmu di tempat kerja. 14. “Apa yang Kurang Anda Sukai dari Pekerjaan Sebelumnya?” Ini adalah contoh lain dari pertanyaan interview kerja yang menjebak selain “Mengapa Anda pindah dari pekerjaan sebelumnya?” Sudah jelas bahwa menjelek-jelekkan pekerjaanmu sebelumnya bukanlah jawaban yang tepat. Walaupun mungkin memang ada hal-hal yang kurang kamu sukai dari tempat kerja sebelumnya, tapi sebaiknya tak usah diceritakan dan fokus saja dengan apa yang kamu pelajari. Contohnya, kamu bisa bilang bahwa “Tidak ada masalah dengan lingkungan kerja di perusahaan sebelumnya, tapi, saya rasa fasilitas kerja dan sistem yang dimiliki perusahaan ini akan bisa mendukung performa kerja saya lebih baik lagi”. 15. “Bagaimana Cara Anda Menghadapi Situasi yang Penuh Tekanan dan Rentan Membuat Stres?” Saat mendengar pertanyaan ini, mungkin kamu akan tergoda untuk memberikan jawaban yang too good to be true. Seolah-olah kamu bisa menghadapi tekanan sebesar apapun. Padahal, respons terbaik untuk pertanyaan ini adalah memberikan jawaban yang realistis, tapi tetap menunjukkan bahwa kamu bisa menghadapi situasi yang penuh tekanan. Contohnya, kamu bisa menjawab “Saat menghadapi tekanan di tempat kerja, saya perlu tahu akar permasalahannya dulu. Misal, jika masalah utamanya adalah deadline yang terlalu mepet, saya akan mencari cara agar tugasnya bisa diselesaikan secara lebih cepat dan efisien”. 16. “Bagaimana Cara Anda Mengelola Pekerjaan?” Pertanyaan yang satu ini bertujuan untuk mencari tahu apakah kamu bisa bekerja secara efektif dan efisien atau tidak. Dengan kata lain, kamu harus bisa menjelaskan bahwa kamu punya skill manajemen waktu yang baik dan juga sistem kerja yang jelas. Contohnya seperti “Saya biasanya memulai hari dengan membuat daftar tugas yang mesti saya selesaikan di hari itu. Jadi, saya tahu apa saja tugas yang mesti saya prioritaskan. Saya juga lebih suka tempat kerja yang tenang agar bisa lebih fokus”. 17. “Siapa Manager Favorit Anda dan Mengapa Anda Menyukainya?” Walaupun kedengarannya cukup personal, tapi pertanyaan ini terkadang muncul juga lho saat interview kerja. Karena, HRD juga ingin tahu hubunganmu dengan manager di tempat kerja sebelumnya seperti apa. Jika kamu tidak bisa memberi jawaban, bisa jadi artinya kamu punya hubungan yang kurang akrab dengan managermu. Jadi, pastikan kamu menyebut satu nama, lalu jelaskan apa saja yang kamu pelajari dari sosoknya. Contoh jawaban “Manager saya di pekerjaan sebelumnya, Bu Meta, adalah orang yang sangat suportif ke seluruh anggota timnya. Selain memastikan performa kami tetap terjaga, beliau juga mengajarkan kami cara mengelola pekerjaan dengan baik”. 18. “Bagaimana Cara Anda Mencapai Tujuan Karir Anda?” Saat mengajukan pertanyaan ini, HRD ingin tahu apa tujuan karirmu ke depannya. Selain itu, mereka juga ingin tahu apakah kamu punya rencana khusus untuk mencapainya. Jadi, bagaimana cara menjawab pertanyaan ini dengan tepat? Gampang, kamu hanya perlu fokus pada satu tujuan utama yang ingin kamu capai dalam karirmu. Contohnya, misalkan kamu ingin menjadi seorang “Senior Graphic Designer” dalam 2 atau 3 tahun ke depan. Lalu, jelaskan bagaimana kamu akan mencapainya. Misalnya, kamu punya target untuk menguasai 2 skill baru per 6 bulan. Atau kamu ingin ikut berkontribusi pada proyek desain berskala besar. Intinya, pastikan bagian ini tetap terdengar realistis. 19. “Apa Pekerjaan Impian Anda?” Tujuan HRD mengajukan pertanyaan ini adalah untuk mencari tahu apakah posisi yang kamu incar sesuai dengan tujuan karirmu atau tidak. Tapi, bukan berarti kamu harus menyebut posisi tersebut sebagai pekerjaan impianmu juga. Karena jawaban tersebut malah kedengarannya terlalu dibuat-buat. Jadi, jawaban yang tepat seperti apa? Nah, kamu tinggal beritahu HRD bahwa pekerjaan impianmu masih ada hubungannya dengan keahlian yang kamu miliki. Contoh jawaban “Pekerjaan impian saya adalah pekerjaan di mana saya bisa mengembangkan skill di bidang digital marketing secara lengkap sekaligus mempraktikkannya dari waktu ke waktu”. 20. “Apakah Anda sedang Melamar di Perusahaan Lain?” Ini merupakan salah satu pertanyaan interview kerja yang kerap menimbulkan rasa dilema. Karena, jika kamu menjawab bahwa kamu sedang melamar di perusahaan lain, bisa jadi kamu dianggap tidak memprioritaskan perusahaan yang sedang melakukan wawancara. Di sisi lain, jika kamu berkata bahwa kamu hanya melamar ke perusahaan tersebut, mereka akan punya daya tawar yang lebih tinggi – toh kamu tidak punya pilihan lain. Jadi, jawaban terbaik untuk pertanyaan ini adalah mengambil jalan tengah. Kamu bisa bilang bahwa kamu sedang melamar ke beberapa perusahaan lain. Tapi, jelaskan juga mengapa perusahaan tersebut punya nilai yang lebih menarik dibanding perusahaan-perusahaan lain yang kamu lamar. 21. “Ceritakan Kapan Terakhir kali Anda Membuat Kesalahan” Bicara soal kekurangan memang tidak mudah. Tapi, jika kamu bisa menjawab pertanyaan ini dengan tepat, kamu akan dianggap sebagai kandidat yang jujur dan berpengalaman. Jadi, kamu hanya perlu menceritakan masalah yang pernah kamu alami sebelumnya. Lalu jelaskan cara kamu mengatasinya dan apa yang kamu pelajari dari masalah tersebut. Contohnya jawaban “Dulu saya pernah diberi tanggung jawab untuk mengerjakan suatu proyek, tapi karena masalah manajemen waktu, proyeknya melewati deadline yang ditentukan” “Dari situ, saya berusaha untuk mengubah sistem kerja saya menjadi lebih efisien. Saya juga selalu memasang prioritas pada tiap tugas yang saya kerjakan, jadi saya tahu mana saja tugas yang urgensinya tinggi dan perlu diselesaikan lebih dulu”. 22. “Ceritakan Momen di mana Anda Mengerjakan Tugas/Proyek dengan Totalitas” Pertanyaan interview kerja yang satu ini biasanya digunakan untuk mencari tahu apakah kandidat punya etos kerja yang bagus atau tidak. Jadi, jika kamu punya pengalaman di mana kamu mampu memberikan performa yang melebihi ekspektasi, gunakan pengalaman tersebut sebagai jawaban pertanyaan ini. Contohnya, misalkan kamu adalah seorang sales, dan di pekerjaan sebelumnya kamu sempat membukukan penjualan melebihi target selama tiga bulan berturut-turut. Nah, kamu bisa menceritakan pengalaman ini sembari menjelaskan bagaimana kamu melakukannya. Lalu, bagaimana jika kamu belum pernah punya pencapaian? Kamu bisa menceritakan momen-momen di mana kamu mendapat apresiasi di tempat kerja. Contohnya seperti momen di mana kamu dipuji karena mampu menyelesaikan pekerjaan dengan cepat, dan sejenisnya. 23. “Bagaimana Jenis Lingkungan Kerja yang Anda Sukai?” Idealnya, kamu mesti menjawab pertanyaan ini dengan jenis lingkungan kerja yang memang kamu sukai. Contohnya, misalkan kamu suka lingkungan kerja yang interaksi antar membernya aktif. Tapi, jawabannya akan lebih bagus lagi jika kamu mencari tahu tentang kultur perusahaannya terlebih dulu. Jadi, kamu bisa menyesuaikan jawabannya. Misalnya kultur perusahaannya cenderung “bebas”. Maka, kamu bisa menjawab bahwa kamu senang berada di lingkungan kerja yang membebaskan karyawannya dalam melakukan pengambilan keputusan. 24. “Apa yang Ingin Anda Capai dalam Lima Tahun ke Depan?” Pertanyaan ini biasanya digunakan untuk mengetes apakah kandidat adalah tipe orang yang visioner atau tidak. Jadi, pastikan kamu memberi jawaban yang jelas. Contohnya, misalkan dalam lima tahun ke depan kamu ingin memiliki jabatan yang tinggi pada bidang yang kamu tekuni. Jangan lupa untuk menjelaskan bagaimana kamu bisa mencapai tujuan tersebut. Selain itu, usahakan jawabanmu masih realistis. Hindari jawaban-jawaban yang berlebihan seperti “menjadi general manager” atau “menguasai berbagai bidang sekaligus”. 25. “Apakah Anda Bersedia Ditempatkan di Luar Kota?” Pertanyaan ini bisa menjadi petunjuk bahwa jika kamu mendapatkan posisi yang diincar, kamu akan ditempatkan di luar kota. Pastikan kamu menjawab pertanyaan ini sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Bila kamu tidak keberatan untuk pindah domisili, kamu tinggal menjawab bersedia. Tapi jika sebaliknya, kamu perlu berterus terang bahwa kamu keberatan untuk ditempatkan di luar kota. Jangan menerima kondisi kerja yang ke depannya akan membuatmu tidak nyaman. 26. “Berapa Gaji yang Anda Harapkan?” Sebaiknya kamu mempersiapkan diri sebelum menerima pertanyaan ini. Caranya, dengan mencari tahu range gaji untuk posisi yang kamu incar. Jadi, kamu tinggal menjawab range gaji tersebut. Tentunya kamu juga harus menyesuaikan range gajinya dengan skill dan pengalaman yang kamu punya. Selain itu, kamu juga bertanya balik pada HRD tentang rentang gaji pada posisi tersebut. Sehingga kamu bisa memprediksi berapa gaji yang akan kamu terima nantinya. 27. “Kira-Kira Kapan Anda Bisa Mulai Bekerja?” Pertanyaan ini jawabannya sudah jelas. Semakin cepat kamu bisa mulai bekerja, semakin bagus. Tapi, jika kamu masih belum keluar dari pekerjaanmu sekarang, kamu perlu mempertimbangkan berapa lama kamu bisa menyelesaikan seluruh sisa pekerjaanmu. Contohnya, misalkan kamu sudah izin ke perusahaanmu sekarang untuk resign tiga minggu ke depan. Pastikan kamu memang mampu untuk menuntaskan pekerjaanmu selama pada periode tersebut. Setelah itu, baru kamu bisa mulai bekerja di perusahaan yang baru. 7 Tips Interview Kerja agar Sukses Pikat HRD Selamat! Sekarang kamu sudah tahu cara menjawab berbagai pertanyaan interview dari HRD. Agar lebih siap lagi, kamu bisa ikuti tips-tips berikut 1. Pelajari Perusahaan yang Kamu Incar Jika kamu sudah masuk ke tahap interview HRD, langkah ini tidak boleh dilewatkan sama sekali. Karena HRD pasti akan menanyakan berbagai hal tentang perusahaan dan juga posisi yang kamu incar. Oleh karena itu, lakukan riset terlebih dahulu. Cari tahu visi, misi, dan juga kultur perusahaannya. Selain itu, pastikan kamu juga sudah mengenal produk dan jasa yang mereka jual. Dengan menunjukkan bahwa kamu mengetahui banyak hal tentang perusahaannya, bukan tidak mungkin kamu akan dianggap sebagai kandidat yang potensial. 2. Persiapkan Diri untuk Menghadapi Pertanyaan Ya, betul sekali. Ini adalah tips yang sedang kamu lakukan saat ini. Karena, kamu berusaha mencari tahu jenis-jenis pertanyaan yang berpotensi muncul saat interview HRD. Walaupun sudah mendapat “contekan” tentang isi pertanyaannya. Pastikan kamu tidak hanya terpaku pada pertanyaan-pertanyaan itu saja. Karena, HRD terkadang mengajukan pertanyaaan dadakan. Makanya jika kamu punya kerabat yang bekerja di perusahaan tersebut, kamu bisa mencari tahu pertanyaan-pertanyaan seperti apa yang mereka dapat saat melamar di perusahaan tersebut. Oh ya, untuk menghindari grogi, kamu bisa berlatih dengan melakukan simulasi tanya jawab dengan teman, saudara, atau siapapun. Sehingga, kamu bisa mengukur kira-kira pertanyaan apa yang perlu kamu perbaiki jawabannya. 3. Berikan Penampilan Sebaik Mungkin Selain mempersiapkan diri untuk menjawab pertanyaan sebaik mungkin, kamu juga harus bisa tampil sebaik mungkin di hadapan HRD. Setiap orang punya gayanya masing-masing. Tapi setidaknya kamu harus tampil rapi. Contohnya, hindari rambut yang acak-acakan, baju yang kusut, dan sepatu yang kotor. Karena itu akan memberikan kesan negatif. Kuncinya, di sini kamu harus bisa tampil profesional. Sebab, penampilan menarik bisa saja menjadi salah satu pertimbangan HRD untuk merekrutmu. 4. Jangan Lupa Membawa Dokumen yang Lengkap Walaupun kamu sudah mengirim dokumen lengkap ke HRD, pastikan kamu membawanya lagi saat interview. Karena, bisa saja mereka membutuhkannya lagi. Contohnya seperti KTP, ijazah, transkrip, surat lamaran dan juga CV. Masukkan semuanya ke dalam map agar terlihat lebih rapi. Agar tidak lupa, masukkan map dokumen ke dalam tas maksimal H-1 sebelum interview. Jadi, kalaupun kamu lupa, setidaknya kamu tahu di mana kamu bisa menemukan mapnya. 5. Istirahat yang Cukup Ini adalah tips yang sangat sederhana, tapi kerap kali diabaikan. Wajar, karena terkadang ada orang-orang yang kesulitan tidur karena khawatir memikirkan bagaimana interview-nya akan berlangsung. Akibatnya, pada saat interview mereka jadi kurang bertenaga dan sulit untuk konsentrasi. Jawaban yang diberikan pun menjadi kurang optimal. Maka dari itu, tidak perlu khawatir berlebihan sebelum hari interview. Beristirahatlah yang cukup agar badanmu tetap fit dan pikiranmu bisa tetap fokus untuk memberikan jawaban yang terbaik. 6. Datang Lebih Awal Alasan lain mengapa kamu harus istirahat yang cukup adalah agar bisa datang lebih awal. Kenapa datang lebih awal itu penting? Tentunya ini akan mencegah risiko telat saat interview. Dan bila interview-nya dilakukan secara berurutan, kamu jadi bisa diinterview duluan tanpa harus menunggu kandidat lain. Setidaknya, pastikan kamu sudah ada di lokasi 15 menit sebelum interview-nya dimulai. Atau jika kamu tidak keberatan menunggu, kamu bisa standby di lokasi 30 menit sebelumnya. 7. Tunjukkan Attitude yang Ramah Selain skill, pengalaman, dan kualitas jawaban, hal lain yang biasanya dinilai oleh HRD adalah attitude kandidat. Jadi, pastikan kamu menunjukkan sikap seramah mungkin. Gunakan nada bicara yang lembut, lakukan eye contact, dan jangan lupa untuk tersenyum. Tapi ingat, jangan sampai sikap ramah yang kamu tunjukkan terlihat palsu. Tunjukkan sikap ramah karena kamu memang bermaksud untuk menghormati perwakilan perusahaan. Ingin Tahu Rahasia untuk Dapatkan Pekerjaan yang Kamu Impikan? Bagaimana? Apakah kamu sudah siap untuk menjawab setiap pertanyaan interview kerja? Semoga kamu sukses mendapatkan hasil yang diinginkan, ya! Tapi, apakah kamu masih merasa khawatir? Ingin memperbesar kemungkinan untuk meraih pekerjaan yang kamu incar? Bitlabs punya solusinya. Kami menyediakan kelas karir hack yang akan membantumu mendapat karir impian yang sesuai dengan bakat dan keahlianmu! Di kelas ini, kamu akan belajar trik dan tips interview kerja, cara membuat CV, hingga cara mencari perusahaan yang tepat. Tak tanggung-tanggung, kamu akan mendapat seluruh wawasan tersebut dari HR Professional Consultant yang sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun sebagai Talent Recruiter di perusahaan-perusahaan ternama seperti Tokopedia, Gameloft, dan Accelbyte. Tertarik? Yuk daftar di Bitlabs sekarang juga! ï»żMenjawab setiap pertanyaan wawancara dengan baik tentu selalu menjadi harapan setiap pelamar. Namun pada kenyataannya, berbagai pertanyaan ini justru seringkali berbeda dengan apa yang dibayangkan. Tak jarang para pelamar justru merasa terjebak dan kesulitan untuk memberikan jawaban saat wawancara. Pada dasarnya, pertanyaan wawancara kerja dan jawabannya bukanlah sesuatu yang luar biasa sulit. Para pelamar hanya perlu memahami dengan baik pertanyaan-pertanyaan tersebut terlebih dahulu, sebelum akhirnya memberikan jawaban. Dalam hal ini, ketenangan tentu akan sangat dibutuhkan. Interview adalah proses yang sangat penting dalam mendapatkan pekerjaan, sehingga harus dipersiapkan dengan baik. Pelajari berbagai pertanyaan wawancara kerja dan jawaban yang paling umum dan sering ditanyakan ketika interview, agar interview kerja berjalan lancar dan pekerjaan impian bisa didapatkan. 15 Pertanyaan Wawancara untuk Fresh Graduate Berikut ini adalah beberapa pertanyaan wawancara dan jawabannya yang sering diterima fresh graduate saat interview kerja 1. Bisa Ceritakan Tentang Diri Kamu? Ini menjadi salah satu pertanyaan paling umum dalam wawancara. Jawab pertanyaan ini dengan cara memperkenalkan diri dan sekaligus memberikan gambaran bahwa kamu adalah kandidat yang tepat untuk menduduki posisi yang ditawarkan. Ceritakan latar belakang pendidikan, skill yang dikuasai atau bahkan pengalaman berorganisasi selama ini. 2. Apa Hobi Kamu? Fokuslah menceritakan hobi positif dan sekiranya berkaitan dengan pekerjaan yang dilamar. Jika hobi traveling, maka ceritakan bagaimana kegiatan tersebut membuatmu lihai dalam mengatur waktu dan perjalanan dengan baik, termasuk disiplin dalam mengikuti jadwal. Sampaikan jika hal ini membuatmu terbiasa dengan jadwal ketat dan disiplin yang tinggi, termasuk ketika bekerja. 3. Bagaimana Kamu Mendapatkan Info Tentang Pekerjaan Ini? Tujuan pertanyaan-pertanyaan sejenis ini adalah untuk mengetahui ketertarikan pelamar terhadap perusahaan. Berikan jawaban yang jujur dan tidak bertele-tele. Jika mendapatkan informasi secara online, sampaikan bagaimana hingga akhirnya memutuskan untuk mengajukan lamaran. 4. Apa Skill Terbaikmu? Pertanyaan wawancara ini biasanya bertujuan untuk mengetahui apakah skill yang dimiliki pelamar sesuai dengan pekerjaan yang ditawarkan. Penting untuk mengetahui skill apa saja yang dibutuhkan untuk posisi yang dilamar terlebih dahulu, sehingga jawaban bisa relevan. 5. Apa Saja yang Kamu Tahu Tentang Posisi Ini? Ini juga pertanyaan yang hampir selalu ada dalam interview kerja. Untuk menjawabnya dengan baik, penting untuk memahami detail tentang pekerjaan itu sendiri, seperti deskripsi pekerjaan dan juga skill yang diperlukan di sana, sehingga pertanyaan wawancara kerja dan jawabannya bisa sinkron. 6. Apa yang Membuatmu Tertarik Pada Posisi Ini? Jawaban yang tepat untuk pertanyaan seperti ini dalam interview adalah sebutkan saja apa skill maupun passion yang sekiranya sesuai dengan posisi tersebut. Untuk fresh graduate bisa menceritakan keterkaitan jurusan yang diambil, termasuk skill lainnya yang dipelajari di luar bangku kuliah, misalnya kursus. 7. Apa Saja yang Kamu Tahu Tentang Perusahaan Kami? Yang satu ini wajib keluar sebagai pertanyaan wawancara kerja dan jawaban tentunya harus tepat. Cari tahu terlebih dahulu informasi tentang perusahaan yang dilamar sebelum interview, seperti bisnis yang dijalani perusahaan, profil perusahaan tersebut, budaya kerjanya, dan yang lainnya. Baca Juga 35 Pertanyaan Wawancara Kerja Bahasa Inggris, Arti dan Tips Menjawabnya 8. Coba Sebutkan Motivasimu Bekerja di Sini? Berikan jawaban yang menunjukkan rasa antusias dan ketertarikan terhadap perusahaan tersebut. Pelamar harus menunjukkan keyakinan diri, jika perusahaan tersebut merupakan tempat terbaik untuknya dalam meniti karir profesional. 9. Kenapa Kami Harus Menerima Kamu? Jawab pertanyaan wawancara ini dengan memberikan penjelasan tentang skill profesional yang dikuasai, termasuk kemampuan lainnya yang dapat mendukung kelancaran pekerjaan tersebut. 10. Apa Pencapaian Terbesar yang Pernah Kamu Dapatkan? Jawablah pertanyaan interview ini dengan menyebutkan pencapaian yang pernah didapatkan selama kuliah, baik itu dalam bidang akademik maupun yang lainnya. Misalnya memenangkan kompetisi menulis tingkat nasional, menjadi juara pertama dalam karya ilmiah, dan yang lainnya. 11. Apa Skill yang Kamu Miliki untuk Posisi Ini? Agar pertanyaan wawancara kerja dan jawaban bisa sinkron, maka sangat penting untuk memahami deskripsi pekerjaan yang dilamar terlebih dahulu. Jelaskan secara detail skill yang dimiliki dan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan tersebut, sehingga pewawancara merasa yakin. 12. Apa Kontribusi yang Dapat Kamu Berikan Pada Perusahaan? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini bisa dijawab dengan menyebutkan pencapaian apa saja yang didapatkan selama kuliah, terutama yang berkaitan dengan pekerjaan yang dilamar. 13. Kapan Kamu Dapat Mulai Bekerja di sini? Berikan jawaban yang tepat untuk pertanyaan wawancara ini dan tentunya yang sesuai dengan kondisimu. Jika masih fresh graduate, pertanyaan ini bisa dijawab dengan menyampaikan kesanggupan untuk segera bergabung dengan perusahaan tersebut. 14. Berapa Jumlah Gaji yang Kamu Inginkan? Pertanyaan-pertanyaan seputar gaji tentu akan selalu ada. Penting untuk mencari tahu kisaran gaji untuk posisi yang dilamar terlebih dahulu. Selain itu, cari tahu juga tentang UMR dan UMP terbaru sebagai pertimbangan. Jika ditanya soal gaji, maka berikan jawaban yang tepat. Tidak ada salahnya untuk menyebutkan nominal, selama jumlah tersebut masuk akal. 15. Ada yang Ingin Kamu Tanyakan? Jangan lewatkan kesempatan yang satu ini dalam interview kerja. Ada beberapa pertanyaan penting yang bisa diajukan. Tanyakan kapan dan bagaimana hasil wawancara tersebut akan diberitahukan. Selain itu, meminta saran atau masukan tentang pekerjaan yang dilamar juga tidak ada salahnya. 15 Pertanyaan Wawancara untuk Pelamar Berpengalaman Berikut ini adalah beberapa pertanyaan wawancara kerja dan jawabannya yang sering diterima pelamar berpengalaman saat interview 1. Berapa Gajimu saat ini? Hindari untuk memberitahu nilai pasti gaji saat berhadapan dengan pertanyaan wawancara yang satu ini. Sebutkan saja berapa kisaran gaji sekarang. Jika perlu, tidak ada salahnya untuk menyebutkan nilai yang lebih tinggi, selama hal tersebut masih sesuai dengan skill yang dimiliki. 2. Apa Kelemahan Terbesarmu? Salah satu pertanyaan yang menjebak dalam interview adalah yang satu ini. Sebutkan saja poin ini seminim mungkin, namun upayakan untuk tidak menyebutkan kelemahan dalam skill yang justru dibutuhkan untuk posisi yang sedang dilamar tersebut. 3. Apa Rencana Kamu 5 Tahun Ke Depan? Jangan ragu untuk menyampaikan rencana perkembangan karirmu kedepannya. Hal ini biasanya ditanyakan untuk melihat apakah pelamar memiliki keinginan untuk bekerja dalam waktu panjang di perusahaan tersebut. 4. Mengapa Kamu Resign Dari Perusahaan Sebelumnya? Salah satu jebakan dalam interview adalah pertanyaan yang satu ini. Jangan pernah menjelek-jelekkan perusahaan maupun atasan di tempat yang lama. Berikan saja jawaban positif, misalnya berniat untuk mencari pengalaman di perusahaan baru atau yang lainnya. 5. Apa Kamu Bersedia Ditempatkan Di Luar Kota? Pertimbangkan dengan matang sebelum menjawab pertanyaan yang satu ini. Jika menolak, gunakan alasan yang masuk akal. Namun jika menerima, maka sampaikan dengan jelas bahwa hal tersebut tidak jadi masalah. Baca Juga Ingin Walk In Interview Kerja Sukses? Ini Caranya 6. Kenapa Kamu Tak Bekerja Selama Beberapa Bulan Kemarin? Berikan jawaban jujur dan profesional pada pertanyaan wawancara yang satu ini. Jika harus berhenti bekerja karena alasan menyelesaikan pendidikan atau bahkan yang lainnya, katakan juga bahwa di saat bersamaan kamu tetap rajin mengasah skill. 7. Kenapa Melamar Pekerjaan yang Tidak Sesuai dengan Jurusanmu? Jika melamar pekerjaan yang tak sesuai jurusan, maka berikan jawaban yang dapat meyakinkan perekrut. Misalnya, pekerjaan tersebut sesuai dengan pengalaman kerja di tempat sebelumnya, atau yang lainnya. 8. Mengapa Kamu Sering Berpindah Tempat Kerja? Cermatlah pada pertanyaan wawancara kerja dan jawaban yang akan disampaikan. Hindari jawaban yang tidak profesional, seperti malas dengan jadwal kerja atau bahkan kesal pada bos di tempat yang lama. Sampaikan saja dengan jujur keinginan untuk mencari dan meniti karir yang baru di perusahaan tersebut. 9. Apa Kamu Juga Sedang Mengajukan Lamaran Pada Perusahaan Lain? Tak ada salahnya untuk jujur, jika ternyata memang sedang melamar di tempat lain. Namun hindari untuk menyebutkan nama perusahaan yang sedang dilamar, sebab itu bisa memberi kesan yang tidak profesional. 10. Bisa Ceritakan Tentang Diri Kamu yang Tidak Tertulis di CV? Ini bisa jadi salah satu yang mengejutkan dalam pertanyaan wawancara kerja dan jawabannya tak terpikirkan sebelumnya. Cukup ceritakan tentang skill yang dikuasai dan masih berkaitan dengan pekerjaan yang akan dilamar, setidaknya yang bisa mendukung pekerjaan tersebut, meskipun tidak berkaitan secara langsung. 11. Lingkungan Kerja Bagaimana yang Kamu Sukai? Jika sudah mempelajari dengan baik lingkungan kerja di perusahaan tersebut, maka menjawab pertanyaan interview yang satu ini bukan masalah. Sesuaikan saja lingkungan kerja di perusahaan tersebut dengan yang diinginkan, sehingga bisa meyakinkan pewawancara. 12. Bagaimana Caramu Mengatasi Stress dan Tekanan Pekerjaan? Jawab pertanyaan wawancara ini dengan jujur dan tidak berlebihan. Sampaikan saja apa yang dilakukan ketika sedang stress dan bagaimana keluar dari kondisi tersebut secara ringkas. 13. Bagaimana Kamu Mengelola Prioritas Dalam Pekerjaan? Ceritakan saja dengan singkat cara yang dilakukan untuk mengatur waktu dan hal-hal yang menjadi prioritas dalam pekerjaan di tempat kerja yang lama. Misalnya dengan membuat jadwal rutin di malam hari atau yang lainnya. 14. Coba Ceritakan Momen di mana Kamu Melakukan Kesalahan Tak perlu menghindari pertanyaan ini, sebab siapapun tentu pernah melakukan kesalahan. Ceritakan saja kesalahan apa yang pernah dilakukan dalam pekerjaan dan bagaimana caramu memperbaiki kesalahan tersebut kemudian. 15. Apakah Kamu Seorang Pemimpin atau Pengikut? Jika memiliki pengalaman dalam memimpin tim, maka ceritakan hal tersebut dengan baik. Namun jika masih menjadi anggota tim, maka tidak ada salahnya menceritakan bagaimana sikapmu dalam menerima tugas dan menyelesaikannya, termasuk berkomunikasi dengan anggota tim lainnya. Tips Menjawab Pertanyaan Interview Kerja Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa digunakan saat menjawab pertanyaan-pertanyaan interview Berikan jawaban yang jujur selama wawancara. Jawab setiap pertanyaan dengan jelas dan tak bertele-tele. Cermati dan pahami dengan jelas setiap pertanyaan wawancara. Jelaskan skill terbaikmu dengan tidak berlebihan. Sampaikan kekuranganmu yang tak berhubungan pada pekerjaan yang sedang dilamar. Jelaskan kontribusi yang dapat kamu lakukan untuk perusahaan tersebut. Jawab Pertanyaan Wawancara dengan Tenang dan Jujur Interview adalah proses yang sangat penting dalam mencari pekerjaan. Pastikan untuk mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi momen ini. Jawablah semua pertanyaan wawancara dengan tenang dan jujur, agar hasilnya positif dan sesuai dengan harapan. Baca Juga Tips Menjawab Pertanyaan Jebakan saat Interview Kerja

pertanyaan dalam wawancara harus fokus artinya